JAJARAN

Seorang Kakek Ditemukan Meninggal Dunia Di Saluran Irigasi

Tribratanews.cilacap.jatenh.polri.go.id – Seorang kakek bernama Majaliin alias Likin (80) warga Dusun Karangreja 01/03 Desa Bulaksari Kecamatan Bantarsari Kabupaten Cilacap ditemukan meninggal dunia tenggelam di Sungai irigasi primer Desa setempat, yang tidak jauh dari rumah korban. Selasa (16/01)

Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban pada hari sebelumya sekira pukul 08.00 wib beraktivitas seperti biasa ke sawah dekat saluran irigasi tersebut, Korban pertama kali ditemukan oleh tetangganya yang sengaja mencari karena korban tidak kunjung pulang.

Mendapatkan laporan tersebut, Kapolsek Bantarsari dan Anggota beserta tim medis dari Puskesmas Bantarsari menuju ke Tempat Kejadian Perkara. Selanjutnya pihak Polsek Bantarsari melakukan olah TKP dan dokter Puskesmas Bantarsari melakukan visum et repertum luar.

Menurut keterangan Kapolsek Bantarsari Polres Cilacap Polda Jawa Tengah IPTU Suwarna kejadian tersebut berawal pada Senin (15/01/2018) sekira pukul 08.00 WIB, keluarga korban mengetahui korban keluar rumah dengan berpamitan hendak pergi ke sawah untuk menengok tanaman padi.

Kemudian sekira pukul 20.00 WIB karena korban tidak kunjung pulang keluarga dan saudara serta warga berupaya mencari korban di sungai tersebut yang berjarak sekitar 200 meter dari rumah korban, akan tetapi korban belum diketahui keberadaannya.”ungkap Kapolsek

Keesokan harinya Darman tetangga korban memberitahu keluarga bahwa ada orang mengapung di saluran irigasi kemudian memberitahu Pamuji untuk memberitahu warga dan perangkat desa Bulaksari dan kemudin melaporkan ke polsek Bantarsari.”lanjut kapolsek

” Oleh warga, korban diangkat ke atas permukaan air kemudin langsung dilakukan pemeriksaan di Tkp oleh dr. Muh.Hassan dan tim medis dari Puskesmas Bantarsari”, imbuh Kapolsek.

Menurut keterangan Ketua tim medis Puskesmas Bantarsari dr.Muh.Hasan menerangkan bahwa mayat korban sudah meninggal dalam waktu  lebih dari 18 jam, dan tidak ada tanda tanda penganiayan, Adapun luka-luka lecet pada bagin tubuh korban karena gigitan hewan yang ada di saluran irigasi tersebut.

Dengan adanya kejadian tersebut, ahli waris korban menerima peristiwa ini sebagai musibah dan meminta untuk tidak dilakukan otopsi dengan dibuatkan surat pernyataan tidak bersedia dilakukan autopsi mayat, Selanjutnya setelah dibuatkan berita-acara yang diketahui dan disaksikan perangkat desa setempat dan jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

” Setelah dilakukan visum luar, jenazah di serahkan kepada keluarga untuk di makamkan”, pungkas Kapolsek.

Penulis Wiwit Bantarsari

Related Posts